TUGAS 2

Image

Belajar dapat dilakukan secara individu maupun kelompok. Dalam belajar perlu adanya perencanaan (dalam hal apa yang akan dipelajari, kapan dan berapa lama waktunya serta tempat untuk belajar), pengorganisasian (cara agar hal itu dapat terlaksana), pergerakan (pelaksanaan kegiatan belajar tersebut) serta pengontrolan (apakah sesuai dengan tujuan belajar awal). Dalam belajar kelompok yang terdiri dari 5 orang misalnya direncanakan akan membahas “Administrasi Perpajakan” yang akan dilaksanakan hari senin pukul 4 sore di rumah salah seorang (sebut saja A) yang telah disepakati semua orang maka teman-teman yang lain harus datang tepat waktu ditempat yang telah disetujui. Tentunya orang-orang yang belajar bersama tersebut mempunyai tujuan yang sama yaitu ingin mengerti dan paham mengenai mata kuliah tersebut. Terkadang belajar bersama lebih menyenangkan karena bisa sharing apabila mendapat kesulitan. Jika terjadi perselisihan pendapat mengenai jawaban akan soal yang dikerjakan sebaiknya dibahas bersama agar ketahuan jawaban mana yang benar. Apabila dilakukan sungguh-sungguh maka orang-orang yang belajar kelompok akan mendapat hasil yaitu paham akan apa yang telah dipelajari dan dapat mengaplikasikannya misalnya dapat mengerjakan soal sendiri tanpa bertanya jawaban kepada orang lain.

Lain halnya dengan belajar secara individu, selain memperhatikan apa serta kapan waktu belajar perlu melihat pula kondisi mood yang pas dalam belajar. Percuma saja jika materi dan waktu sudah direncanakan namun individu itu sendiri dalam kondisi banyak pikiran maka akan sia-sia karena tidak akan mendapat hasil dari proses belajar tersebut. Cara individu belajar pun berbeda ada yang sambil mendengarkan musik dan ada pula yang harus ditempat yang tenang. Namun dalam kegiatan pembelajaran (dimana ada pendidik dan peserta didik) hal itu tidak berlaku karena individu dengan beragam sifatnya tersebut harus berada di tempat yang sama mengikuti apa yang diajarkan pendidik. Dalam menangkap materi pun beragam ada yang dengan menulis kembali materi, ada yang hanya cukup mendengarkan serta kombinasi keduanya hal itu tergantung kemampuan masing-masing individu. Namun yang lebih penting adalah bagaimana mengatur jadwal belajar agar hal itu menjadi sebuah kebiasaan dan sebisa mungkin menghindari penyakit malas.

Ada dua kategori belajar, dalam hal positif dan dalam hal negatif.
a. Belajar dalam hal negatif hanya akan merugikan diri sendiri dan orang lain. Contoh dalam hal negatif yaitu orang yang belajar hacking awalnya browsing di internet tentang tata cara hacking kemudian dia mencoba untuk menghack akun jejaring sosial orang lain dan dia ikut komunitas cracker yang berbau kearah kejahatan dan mendapat trik-trik bagaimana cara hacking ATM orang lain dan dia mempraktekkannya agar dapat membobol dan menguras uang orang lain. Resikonya apabila korban melaporkan ke pihak berwajib maka besar kemungkinan kasus tersebut akan diproses dan pelakunya akan menerima hukuman akibat perbuatannya. Dapat dikatakan kemampuannya bertambah namun diaplikasikan untuk hal yang salah.

b. Sedangkan belajar dalam hal positif dimana hasilnya dapat bermanfaat bagi diri sendiri dan tidak merugikan orang lain. Contohnya yaitu orang yang belajar kewirausahaan, dia mencari informasi dari buku, internet dan dari wirausahawan yang mempunyai usaha “surabi” yang telah sukses sebagai inspirator orang tersebut dalam melakukan usaha yang akan dilakoninya. Dia akan mengumpulkan informasi mengenai bagaimana cara berwirausaha yang baik, strategi dan resiko yang diambil dalam berwirausaha serta bagaimana cara merintis usaha. Dia selalu mencari ide dan merealisasikan ide untuk usahanya akhirnya sukses menjadi seorang wirausaha yang mempunyai usaha “surabi” dengan berbagai rasa. Usahanya menjadi berhasil akibat organisasi dan manajemen (pengaturan keuangan dan pegawainya) tertata dengan baik sehingga usahanya berkembang (mendapat keuntungan perbulan dan menggaji beberapa pegawai). Dapat dikatakan hasil dari belajarnya dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain.

Hal yang harus diingat dalam belajar adalah intensitas (seringnya) bukan lamanya waktu belajar. Semakin sering kita membaca suatu materi akan semakin mudah memahami materi tersebut walaupun dalam tiap mengulas materi hanya beberapa menit saja. Karena otak mempunyai kapasitas terbatas untuk mengingat dan memahami sesuatu. Jika akan menghadapi UTS atau UAS sebaiknya memulai mencicil materi perkuliahan dari awal karena kalau dengan sistem kebut semalam tidak menutup kemungkinan bahwa materi hanya numpang lewat saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: