TIDAK JADI DI POSTING

Siapa sih yang ga punya temen? Semua orang normal pasti punya temen. Yang ga waras mana saya tau😛

Kenapa sih kita punya temen?

  1. Hobi/kesukaan yang sama

Tak bisa dipungkiri banyak yang bertemen karena kesamaan hobi atau kesukaan.

Misal, saya suka baca novel terus saya gabung di forum orang-orang penyuka novel. Di forum tersebut kita sharing tentang novel yang kita suka, jadilah wawasan kita bertambah karena temenan dengan mereka.

Contoh lainnya, pada tau kan pendukung Persib? Ya, Viking/Bobotoh. Yang bobotoh itu kan bukan hanya seorang dua orang tapi banyak. Setahu saya itu ada klubnya. Orang-orang di klub tersebut secara otomatis bertemen karena tujuannya sama yaitu sama-sama mendukung jagoan mereka yaitu Persib. Sama halnya seperti suatu organisasi sebuah klub pun punya POAC (Planning Organizing Actuating Controlling). Klub tersebut mempunyai acara misal nonton bareng atau futsal sesama anggotanya, tentunya acara tersebut harus direncanakan terlebih dahulu kemudian diorganisasikan dengan mendata siapa saja yang akan ikut kemudian direalisasikan dengan melakukan kegiatan tersebut dan diawasi apakah acara tersebut rutin dilakukan sehingga tujuan dari apa yang diharapkan tercapai.

  1. Asal daerah yang sama

Asal daerah yang sama membuat kita serasa di kampung halaman walau sebenarnya sedang berada di daerah orang.

Dengan status saya sebagai mahasiswa rantau, sedikit beruntung juga. Kenapa begitu? Berawal dari kesamaan nasib (cielah) sesama mahasiswa rantau asal Majalengka, tak dapat ditampik temen jadi bertambah. Dengan adanya IKMM (Ikatan Keluarga Mahasiswa Majalengka) Unpad dan Formaka (Forum Mahasiswa Majalengka), saya jadi tahu temen-temen yang satu daerah.

Bicara soal IKMM teringat ketika Mubes kemarin bahwa selaku individu harus dapat menekan ego, mengambil keputusan serta menerima keputusan hasil musyawarah. (Padahal selama Mubes berlangsung banyak yang tidak menggunakan hak suara dan hak bicaranya termasuk saya sebagai pendengar yang setia :D)

  1. Keseharian yang sama

Status mahasiswa mungkin terdengar keren. Tak perlu seragam, takkan ada yang melarang ini itu (apalagi kostman), pulang pergi ke kampus untuk belajar atau nongkrong mencari gebetan. Memang banyak waktu dihabiskan di kampus (kalau dia seorang aktivis yang peduli kemajuan kampus) atau banyak waktu dihabiskan untuk nongkrong di mall (yang masih berpikiran mumpung masih semester awal nanti nanti ga bakalan bisa kaya gini)

Dari labil beranjak menjadi dewasa, masa-masa mencari banyak teman. Untuk itulah harus pandai dalam berteman, salah-salah bergaul bisa terjerumus ke jurang hitam. Interaksi haruslah dilakukan sama halnya dengan human relation dalam organisasi.

Misalnya di kelas diberikan tugas presentasi sebuah mata kuliah yang dilakukan secara berkelompok, mau ga mau harus gabung dengan yang lain karena tidak mungkin secara individual. Agar presentasi tersebut memuaskan harus ada pembagian tugas (yang mencari data, menyajikan data serta mempresentasikan). Harus ada komitmen dari masing-masing anggota kelompok untuk mengerjakannya agar hasil akhir tercapai.

Inti dari pertemanan adalah adanya komitmen. Maksudnya jika sudah tidak ada komitmen lagi maka dipastikan hubungan tersebut akan kacau. Dalam contoh kerja kelompok tadi jika salah seorang tidak komitmen dengan tidak mengerjakan tugas yang telah diberikan maka akan mendapat resiko tidak akan dicantumkan ke daftar kelompok atau dicantumkan sebagai penumpang gelap dalam kelompok tersebut dan kehilangan beberapa temen karena sifatnya yang demikian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: